Dalam Mrk. 1:15, Yesus berkata: ”Kerajaan Allah sudah dekat”.  Kerajaan Allah yang dimaksudkan Yesus bukanlah pemerintahan politik, tetapi sebuah pemerintahan rohani. Kepada Pilatus menjelang penyaliban Ia berkata: ”Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”. Namun Ia tidak menolak bahwa Ia adalah seorang Raja. Ketika Pilatus bertanya apakah Ia seorang Raja? Yesus menjawab: ”Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku” (Yoh 18:37).

Istilah Kerajaan Allah sendiri tidak dinyatakan secara khusus dalam Perjanjian Lama walaupun kita dapat melihatnya secara tersirat dalam banyak ayat-ayat Alkitab, misalnya, dalam Maz. 145:13 tertulis, Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan”. Kata-kata ”Kerajaan Allah” tertulis sebanyak 68 kali dalam Alkitab terjemahan baru yang dikeluarkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia.

Dari segi hukum tata negara, sekurangnya ada tiga unsur dari sebuah kerajaan, pertama ada wilayah, kedua ada rakyat dan yang ketiga ada raja yang memerintah di wilayah tersebut.

Pertama, dimanakah wilayah Kerajaan Allah itu? Wilayah kerajaan Allah adalah wilayah dimana Allah memiliki kedaulatan. Secara jasmani meliputi seluruh alam semesta seperti tertulis dalam Yes. 66:1, ” Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku ”.

Yang kedua, siapakah rakyat dalam Kerajaan Allah? Istilah rakyat tidak dipakai dalam konteks Kerajaan Allah. Yang dipergunakan adalah istilah anak Allah. Jadi rakyat Kerajaan Allah adalah anak-anak Allah. Siapakah anak Allah? Dalam Rm. 8:14 tertulis, ”Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah”. Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa anak Allah adalah orang percaya yang telah menerima anugerah Roh Kudus. Roh Kudus dianugerahkan kepada orang yang sudah bertobat kepada Yesus Kristus. Dalam Kis. 2:38 tertulis, ”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”.

Yang ketiga, siapakah raja dalam Kerajaan Allah? Tentu saja secara singkat kita mengatakan Kerajaan Allah adalah tempat dimana Allah berkuasa. Benar sekali, tetapi masalahnya siapakah Allah itu? Mungkin Allah dalam iman percaya kita berbeda dengan Allah dalam iman dan percaya orang lain. Oleh karena itu kita perlu lihat lebih teliti, siapakah Allah menurut keyakinan kita.

Menurut Yesus, orang-orang Yahudi  tidak mengenal Allah. Dalam Yoh. 8:55, Ia berkata kepada orang-orang Yahudi: ”Kamu tidak mengenal Dia”. Yesus menangisi Yerusalem dalam Luk. 19:43-44, ”Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan”. Yesus menangisi orang-orang Yahudi karena mereka tidak mengetahui bahwa Mesias yang mereka tunggu sudah datang dalam diri Yesus Kristus sendiri.

Sekali lagi, siapakah raja dalam Kerajaan Allah? Pada waktu melawat Maria, malaikat Gabriel menyampaikan nubuat kelahiran Yesus. Dalam Luk. 1:32-33, tertulis ucapan Gabriel: Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan”. Yesus adalah Raja dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Dalam kitabnya, Matius mencatat bahwa orang-orang Majus datang mengunjungi dan menyembah bayi Yesus sebagai Raja Yahudi, mereka telah bintangnya di timur. Jelas,Yesus adalah Allah dan Dia adalah Raja.

Pemberitaan Yesus tentang kehadiran Kerajaan Allah berarti bahwa Allah telah menebus umat-Nya dalam perjalanan sejarah umat manusia. Pemahaman tentang Kerajaan Allah ini memperjelas beberapa hal yang sulit dalam ucapan-ucapan Yesus. Umpamanya, Ia berkata, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Luk17:20-21). Dalam kesempatan yang lain, Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Barangsiapa tidak menyambut kerajaan Allah seperti anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Mrk. 10:15).

Kerajaan Allah sudah ada dalam dunia ini sebagai perwujudan misi Yesus walaupun perwujudannya secara sempurna akan terjadi pada waktu kedatangan-Nya yang kedua kali.

Penjelasan Yesus tentang Kerajaan Allah dapat kita pelajari dalam beberapa perumpamaan yang disampaikan-Nya. Perumpaman-perumpamaan Yesus ditulis dalam Mat. 13 dan beberapa bagian dari kitab Markus dan Lukas.

Dalam perumpamaan tentang seorang penabur, Yesus menyatakan bahwa sesungguhnya Kerajaan Allah telah datang atas manusia, tetapi kejahatan-kejahatan belum dibinasakan. Kerajaan itu bekerja diam-diam bagaikan seorang petani menaburkan benih. Kerajaan itu tidak menyapu bersih yang jahat. Perkataan yang dipakai Yesus untuk memproklamasikan kerajaan itu, mungkin seolah tergeletak bagaikan benih di tepi jalan dan tidak pernah berakar, atau mungkin hanya berakar dangkal dan mati, atau mungkin tercekik oleh kesusahan-kesusahan kehidupan manusia. Namun ditempat yang baik, benih itu bertumbuh dan menghasilkan buah berpuluh kali lipat.

Kerajaan ini bekerja secara diam-diam di antara manusia. Kerajaan ini tidak bersifat memaksa dan perlu diterima dengan hati yang rela. Tetapi, dimana saja berita Injil itu diterima, ia memberikan banyak berkat damai dan sejahtera. Kabar baik yang disampaikan itu membawa berkat kelimpahan menghasilkan buah-buah sukacita, damai dan sejahtera.

Dalam perumpamaan tentang lalang di antara gandum, Yesus menegaskan bahwa di tengah-tengah zaman ini masih berlangsung percampuran antara yang baik dan yang jahat sebelum kedatangan Anak Manusia yang kedua kali. Kuasa Allah yang penggenapannya secara sempurna akan terjadi pada waktu kedatangan Yesus yang kedua kali, sebenarnya telah memasuki dunia sekarang ini. Warga kerajaan ini adalah anak-anak Allah yaitu orang-orang yang berhak menerima kuasa dan berkat-berkat Kerajaan Allah. Anak-anak Kerajaan hidup dalam pemerintahan  Allah dan menikmati berkat-berkatnya, namun mereka harus terus hidup di dunia ini bercampur baur dengan orang-orang berdosa. Masyarakat yang ada sekarang ini adalah masyarakat campuran yang terdiri dari anak-anak Allah dan orang-orang berdosa. Pada masa akhir, pada waktu kedatangan Yesus yang kedua kali, pemisahan akan terjadi. Pada waktu itulah masyarakat campuran akan berakhir. Orang-orang berdosa akan dikumpulkan dan dihukum, orang-orang benar akan bersinar seperti matahari.

Dalam perumpamaan tentang biji sesawi, Yesus menjelaskan kebenaran Kerajaan Allah yang pada satu ketika kelak akan menjadi pohon besar. Ia telah ada dalam dunia ini dalam bentuk butir kecil yang tidak menonjol tetapi kemudian bertumbuh menjadi pohon besar. Walau kecil dan pelayanannya tampak tidak menyolok, sebenarnya Kerajaan Allah telah hadir dalam kehidupan umat manusia.

Perumpamaan ragi mengandung kebenaran dasar yang sama dengan benih sesawi bahwa Kerajaan Allah yang pada satu hari kelak akan memenuhi seluruh dunia, sekarang telah masuk di dalam dunia ini dalam suatu bentuk yang sukar dilihat.

Dalam Mat. 13, Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah sebagai harta terpendam dan mutiara yang berharga. Kerajaan Allah sungguh sangat berharga sehingga harus dicari lebih dari harta kekayaan yang lain. Bila harganya meliputi seluruh harta kekayaan seseorang, maka harga itu masih sangat murah untuk bisa memasuki Kerajaan Allah itu.

Selanjutnya dalam Mat. 13, kita membaca Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah sebagi pukat. Pukat ditebarkan di laut untuk menangkap semua jenis ikan. Ketika hasil tangkapan itu dipilih, ikan-ikan yang baik di simpan dan yang jelek dibuang. Perumpamaan ini serupa dengan perumpamaan gandum dan lalang, namun ada unsur tambahan yang lain. Perumpamaan pukat semakin menjelaskan bahwa anak-anak Kerajaan itu tidak bisa menjadi masyarakat eksklusif yang terpisah dari masyarakat lainnya,  sampai dengan Yesus datang untuk kedua kali.

Dalam Mrk. 4:26-29, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang benih yang tumbuh. Sesudah menabur, si petani tidur dan bangun kembali, ia tidak melakukan apa-apa lagi. Petani itu tidak dapat manambahkan apa-apa kepada kehidupan dan pertumbuhan benih itu. Pertumbuhan benih itu tidak bisa diatur oleh sipenabur benih, oleh sipetani. Pertumbuhan benih dilakukan oleh Allah. Kerajaan Allah adalah karya Allah, Ia telah melawat umat-Nya dan memberikan keselamatan yang kekal.

Kita sudah berbicara tentang Kerajaan Allah. Wilayah, rakyat dan raja dalam Kerajaan Allah. Lantas, apa artinya semua ini untuk kehidupan kita sekarang? Seandainya, seorang adalah warga dari satu negara yang makmur, yang kaya, memiliki tingkat kemakmuran tinggi maka besar kemungkinannya, orang itu juga hidup makmur. Sekarang, kita adalah warga Kerajaan Allah, kerajaan yang kemakmuran dan kekayaannya melebihi negara manapun yang pernah ada dalam sejarah dunia, apakah kita tidak hidup makmur? Kekayaan Kerajaan Allah itu melampaui segala akal pikiran dan perasaan kita. Sebagai warga Kerajaan Allah kita berhak menerima berkat-berkat-Nya. Bukan saja nanti pada waktu Yesus datang kedua kalinya, tetapi juga sekarang ini. Kita,  yang dipenuhi Roh Allah adalah anak Allah. Setiap orang yang dipenuhi Roh Allah adalah biji mata-Nya. Allah peduli akan kehidupan anak-anak-Nya. Allah memperhatikan kehidupan walaupun seorang pun, sekali lagi, walau seorang saja anak Tuhan. Pada waktu Sodom dan Gomora dihancurkan karena kota-kota itu adalah kota-kota berdosa yang mendukakan hati Allah,Tuhan menyelamatkan biji mata-Nya yang bernama Lot bersama  keluarganya.

Tuhan menyelamatkan Lot pada waktu Sodom dan Gomora dihancurkan. Tuhan menyelamatkan Sadrakh, Mesakh, Abednego dari perapian yang menyala. Tuhan menyelamatkan Daniel dari gua singa. Tuhan menyelamatkan Yusuf dari perbudakan di tanah Mesir. Allah menyelamatkan kita yang sudah menerima anugerah Roh Kudus dalam hati.

Berita utama pewartaan Injil yang disampaikan oleh Yesus adalah: ”Kerajaan Allah sudah dekat”. Ada hubungan erat antara Kerajaan Allah dengan berkat. Dalam Mat. 6:33 tertulis, ”Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu ”. Kata ”semuanya” yang diucapkan Yesus berhubungan dengan berkat. Yesus tidak hanya berbicara tentang berkat masa yang akan datang pada waktu kita masuk ke dalam kerajaan yang kekal. Tetapi, berkat-berkat itu bisa kita nikmati di dunia ini pada masa ini, sekarang dan disini. Tetapi, Yesus mengatakan kita perlu mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu.

Kita perlu menomersatukan Kerajaan Allah. Kita perlu mengutamakan Allah dalam kehidupan kita. Kedatangan Yesus bukan saja membebaskan dunia dari kutuk tetapi sekaligus membuka pintu berkat. Tuhan Yesus ingin orang-orang yang dikasihinya hidup berkelimpahan dalam kasih karunia. Dalam Yoh 10:10b, Yesus berkata: ”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Kelimpahan yang dimaksudkan bukan hanya menyangkut kelimpahan secara rohani tetapi juga kelimpahan secara jasmani.

Sumber: KYKY (Kebenaran Yang Kami Yakini) GIKI