Kalau kita diminta menuliskan ringkasan Alkitab yang berisi 39 kitab PL dan 27 kitab PB dalam dua atau tiga halaman, apa yang akan kita tuliskan?

Kita dapat  memulainya dengan ayat pembuka Alkitab, Kej. 1:1, Allah menciptakan manusia untuk menjadi mitra-Nya mengelola dunia ini. Allah ingin manusia menikmati berkat-berkat yang disediakan Tuhan, hidup dalam sukacita, damai dan sejahtera. Itu adalah tujuan penciptaan. Nenek moyang kita yang pertama, Adam dan Hawa menikmati hidup berkelimpahan di Taman Eden. Inilah bagian pertama yang penuh sukacita dalam awal sejarah manusia.

Bagian kedua terjadi ketika Iblis berhasil menggoda Hawa untuk memakan buah larangan di Taman Eden  dan nenek moyang kita jatuh ke dalam dosa. Hubungan Allah dengan manusia menjadi renggang, Allah Maha Kudus tidak dapat bersatu dengan manusia berdosa. Adam dan Hawa harus meninggalkan Taman Eden, tempat yang penuh berkat, menjalani hidup keseharian dengan berpeluh, dengan bersusah payah.

Bagian ketiga dimulai, Allah segera melakukan karya penyelamatan, Ia menubuatkan keturunan Adam dan Hawa akan meremukkan kepala si iblis. Nubuat ini tergenapi dengan kehadiran Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia, disalib di golgota sebagai korban penebus dosa manusia.

Manusia berkembang, bertambah jumlahnya, tetapi dosa semakin merasuki kehidupan manusia. Pada suatu waktu, Allah memusnahkan umat manusia dengan air bah, kecuali empat pasang keluarga Nuh dengan anak-menantunya. Ibarat menulis di atas kertas yang sudah kotor,  sudah banyak coreng-morengnya, Allah memutuskan untuk menulis kembali di sebuah kertas putih yang baru. Tetapi sejak bencana air bah itu, Allah berjanji tidak akan menghukum manusia dengan cara yang sama. Allah mengirim utusan-utusan-Nya para Nabi untuk menyampaikan nasihat-nasihat dan ajaran yang baik. Apabila manusia menurut nasihat dan ajaran  yang disampaikan oleh Allah maka manusia itu akan hidup dalam sukacita, damai dan sejahtera.

Allah bermaksud membentuk suatu umat yang akan dipimpin dan diberkatinya dalam kehidupan, dengan memanggil seorang manusia bernama Abraham keluar dari sanak saudaranya di Tanah Haran, berangkat ke negeri yang ditunjukkan oleh Allah. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan dua anak kembar, Esau dan Yakub. Yakub memperanakkan 12 anak laki-laki yang merupakan bapa dari 12 suku bangsa Israel.

Yakub dan keluarganya ternyata tidak pernah terbebas dari dosa. Saudara-saudaranya menjual Yusuf, anak yang dikasihi Yakub, menjadi budak di tanah Mesir. Yusuf diangkat Tuhan menjadi Perdana Menteri di tanah Mesir, menyelamatkan bangsa Mesir dan penduduk yang tinggal disekitarnya dari kelaparan ketika terjadi masa kekeringan yang sangat panjang. Yusuf menyelamatkan Yakub dan saudara-saudaranya, dan membawa mereka pindah ke tanah Mesir.

Dalam beberapa generasi, umat Israel beranak pinak dan bertambah jumlahnya di tanah Mesir.  Firaun yang berkuasa tidak mengingat lagi tentang Yusuf dan umat Israel bekerja sebagai budak di tanah Mesir. Allah berbelas kasihan, mendengarkan tangisan dan teriakan umat-Nya, membebaskan mereka dari perbudakan. Ia memilih dan menetapkan Musa sebagai pemimpin mereka.

Dalam perjalanan dari tanah perbudakan di tanah Mesir ke Tanah Perjanjian, di Gunung Sinai, Allah memberikan kepada Musa dua loh batu berisi sepuluh perintah Allah yang merupakan rambu-rambu agar umat pilihan Allah mengetahui apa yang baik, apa yang salah, apa yang benar dan apa yang berdosa.

Dalam perjalanan umat Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian selama 40 tahun, banyak mujizat terjadi dalam perjalanan itu. Umat Israel melihat kemuliaan Alllah dalam berbagai peristiwa. Allah memberi manna dan burung puyuh sebagai makanan mereka. Allah menyediakan tiang awan untuk memelihara mereka dari terik matahari. Allah menyediakan tiang api agar mereka tidak kedinginan di malam hari. Tetapi Umat Israel  tetap bersungut-sungut mendukakan hati Allah.

Kebaikan Allah tidak diresponi dengan baik oleh Umat Israel  Namun demikian,  Allah terus berkarya menyampaikan firman Tuhan dengan perantaraan para nabi. Umat Israel yang disebut Allah sebagai bangsa yang tegar tengkuk tidak menuruti nasihat-nasihat dan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Allah.

Nasihat dan ajaran betapa  baiknya pun bahkan yang disampaikan oleh Allah sendiri tidak dituruti oleh manusia. Inilah penyebab dari segala kekacauan yang terjadi di dunia sampai sekarang ini.

Bukan karena hukum, bukan karena firman Allah tidak ada tetapi karena manusia tidak mampu menuruti nasihat, ajaran atau firman Allah.

Maleakhi adalah kitab terakhir Perjanjian Lama. Sesudah itu untuk masa yang panjang sekitar 400 tahun, Tuhan berdiam diri, tidak ada lagi nabi yang menyampaikan firman Tuhan. Apakah Allah berhenti berkarya bagi keselamatan umat manusia. Tidak, Allah tetap berkarya. Ada karya agung yang disiapkan-Nya, yaitu, Ia sendiri datang secara pribadi menemui umat-Nya, menemui manusia. Ia menjadi manusia di dalam Yesus Kristus.

Allah mengetahui manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Allah di dalam Yesus Kristus meninggalkan kemuliaan Sorga dan hidup sebagai manusia yang hina . Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan akan diselamatkan. Kita akan berbicara lebih jauh tentang keselamatan ini dalam renungan yang akan datang.

Sumber: KYKY (Kebenaran Yang Kami Yakini) GIKI