2 Kor. 13:11

 Air sungai bisa mengalir ke hilir karena di hulu ada sumber air. Di bumi ini ada panas, karena ada sumbernya di matahari. Dalam 2 Kor. 3:11, Paulus menyebut Allah adalah sumber kasih dan dami sejahtera. Sama seperti air atau panas tidak bisa kita hasilkan sendiri, kasih dan damai sejahtera juga tidak bisa kita hasilkan sendiri, masing-masing mempunyai sumber. Kita bisa menikmati air karena ada sumbernya di hulu. Kita bisa menikmati panas karena ada matahari. Kita bisa menikmati kasih dan damai sejahtera karena ada sumbernya yaitu Allah sendiri.

Semua orang mencari kehidupan sukacita, damai dan sejahtera yang bahasa populernya kehidupan bahagia. Sungguh menyedihkan, manusia pada umumnya mencari kehidupan damai sejahtera itu pada sumber yang salah. Ada yang menganggap kekayaan sebagai sumber, yang lain menganggap pendidikan atau jabatan tinggi sebagai sumber. Kalau ada orang mencari air tawar ke laut atau mencari panas ke kutub utara, kita akan menyebut mereka sebagai orang yang sangat dan sangat bodoh. Demikian juga Allah menyebut orang yang mencari damai sejahtera di luar diri-Nya sebagai orang yang sangat dan sangat bodoh. Sumber kasih dan  damai sejahtera hanya Allah sendiri.

Sumber kasih adalah Allah. Bagaimana kita bisa memperolehnya, bagaimana caranya? Uang, berapa besar sekalipun tidak bisa membeli kasih itu. Sebaliknya, kasih diberikan secara cuma-cuma. Kasih Tuhan kita peroleh dengan cuma-cuma pada waktu kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, Juru Selamat dan Raja kita, pada waktu kita bertobat di dalam Yesus Kristus.

 Dalam 1 Yoh. 4:7 tertulis,  “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah”. Mari kita garis bawahi perkataan “sebab kasih itu berasal dari Allah”. Kasih hanya ada di dalam Allah. Kasih ada di dalam diri kita, apabila Allah tinggal di dalam diri kita di dalam Roh-Nya Yang Kudus. Roh Kudus tinggal di dalam diri kita pada waktu kita bertobat di dalam Yesus Kristus.

Kalau dalam kehidupan keluarga, kasih mesra yang begitu indah pada awal-awalnya antara suami dan isteri, sekarang terasa semakin pudar dan tampaknya datar-datar saja, mari kita periksa apakah Roh Sudah hadir di dalam diri kita. Dengarkanlah seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yesus. Roh Kudus akan menyalakan kehidupan iman kita, kasih-Nya menghangatkan rumah tangga kita. (Pdt. Sukawati)