Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. – Yohanes 3:18

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 41 ; Kisah Para Rasul 13; Keluaran 31-32

Waktu adalah hal berharga bagi kita karena kita memilikinya secara terbatas. Kita bisa saja memiliki banyak uang, namun hal tersebut tidak bisa membeli waktu lebih banyak. Waktu kita adalah kehidupan kita, karena itulah pemberian terbesar yang dapat kita berikan kepada seseorang adalah waktu.

Jika kita menganggap penting seseorang maka kita harus buktikan dengan menginvestasikan waktu untuknya. Kata-kata saja tidak ada artinya, karena sebuah hubungan perlu dibangun dengan waktu dan curahan perhatian. Jadi kita bisa katakan bahwa wujud dari cinta adalah waktu yang diberikan.

Kebanyakan pria yang telah menikah melupakan hal ini, mereka sering berkata, “Saya tidak mengerti mengapa istri dan anak-anak merasa kecewa dengan saya padahal saya telah menyediakan semua yang mereka butuhkan.” Mereka kecewa karena yang mereka butuhkan bukanlah pemberiannya, namun kehadirannya.

Pemberian kasih yang paling diinginkan bukanlah berlian atau bunga mawar dan coklat. Yang diinginkan adalah perhatian yang terfokus. Mereka menginginkan kehadiran, perhatian, telinga untuk mendengarkan, dan waktu untuk bersama-sama. Tidak ada yang dapat menggantikan semua itu.

Kasih berkata, “Aku begitu menghargaimu sehingga aku memberikan aset yang paling berharga yang kumiliki, yaitu waktuku.”

Sumber : jawaban.com