Rm 12:2-10, Fil 2:3-4, 1 Tes 3:12

Dari nats firman Tuhan hari ini, kita dapat menemukan dua sikap yang harus kita miliki untuk mengasihi sesama saudara. Pertama, dalam Rm 12:9 dikatakan: “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik”. Menjauhi yang jahat, artinya tidak terikat pada yang jahat yang memisahkan kita dari kasih Allah (kejahatan adalah dosa, dosa menghalangi hubungan kita dengan Allah). Kedua, mendekatkan diri pada kebaikan. Dalam Rm 12:2 Paulus mengajarkan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.

Dari kedua hal di atas dapat kita simpulkan, untuk mengasihi sesama saudara, kita harus memurnikan segala sesuatu didalam diri kita, karena kasih itu bukan pura-pura. Kasih itu bukan hanya kalimat panjang yang menyentuh, kasih juga bukan suatu bahasa kebohongan yang memiliki motivasi kepentingan sendiri (Fil 2:3-4). Kasih sejati adalah kasih yang melakukan perbuatan atau tindakan nyata.

Saling mendahulukan dalam memberi kasih adalah tindakan iman. Seorang tidak akan mampu mengasihi jikalau orang itu sendiri tidak memiliki landasan iman dan pengharapan. Tindakan kasih yang tidak didasari oleh iman adalah kasih filia, kasih yang menuntut balasan. Tindakan kasih orang percaya kepada saudaranya adalah kasih agape, tidak mengharapkan balasan (1 Kor 10:24; Fil 2:4).

Apakah manusia bisa mengasihi dengan kasih agape? Tidak bisa! Kasih agape adalah kasih Ilahi, hanya Allah yang bisa melakukannya. Tetapi puji Tuhan, haleluya! Kita tidak sanggup, tetapi Tuhan yang memampukan kita dengan cara Ia tinggal dalam diri kita sendiri, di dalam Roh-Nya Yang Kudus. Roh Kudus dianugerahkan kepada kita pada waktu kita bertobat di dalam Yesus Kristus (Kis 2:38)

Melalui pembelajaran kita hari ini, diharapkan setiap kita akan mampu menerapkan “saling mendahulukan dalam tindakan kasih”, tidak mengharapkan imbalan dari orang yang kita kasihi, melainkan melakukannya dengan tulus iklas (1 Pet 1:22). Orang yang mengasihi saudaranya, dikasihi oleh Tuhan (Yoh 14:21)  dan menikmati persekutuan dengan Dia (Yoh 14:23). Ams 3:17 berkata, “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata”. (Ev. Parly)